(foto/istimewa)

Dimensintb.com, Lombok Timur - Pengurus Masjid bersama Pengurus Remaja Masjid Darussalam Dusun Peresak Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, mengejar acara malam Nuzulul Qur'an dengan diawali santunan kepada lima puluh lebih anak yatim.


Menariknya dalam kegiatan Nuzulul Qur'an yang dirangkaikan dengan sosialisasi terkait bahaya narkoba kepada masyarakat dan pemuda yang ada di wilayah dusun Peresak Desa Danger, Minggu (16/3)


Hadir dalam acara itu, Kapolres yang diwakili KBO Satresnarkoba Lalu Zian Iqbal, S.AP., TGH. Ahmad Subki Hulaimi, Pemdes Desa Danger, Ketua bersama pengurus Formabes, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang ada di wilayah dusun Peresak. 


Dalam pidatonya,  KBO Satresnarkoba Lalu Iqbal, mengungkapkan bawah keberadaan Narkoba merupakan musuh dari Negara bahkan dunia. Karena Narkoba sendiri merusak generasi bangsa.


"Narkoba musuh kita bersama dari sudah lama, tidak saja di Indonesia narkoba menjadi musuh dunia saat ini saat,"


Lebih jauh ungkapkan pula bahwa tidak saja peredaran Narkoba menjadi atensi kepolisin. Akan tetapi peredaran miras juga tetap menjadi atensi dari pihak kepolisian, sebagai untuk upaya menjaga Kamtibmas di Lombok Timur.


Peredaran Narkoba jenis sabu dan ganja di wilayah Kabupaten Lombok Timur yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Target sasaran adalah generasi muda. 


"Akibat dari mengkonsumsi narkoba bisa merusak badan sendiri," tegasnya.


Oleh karena itu, tingginya peredaran dan untuk menghindari hal tersebut perlu kerja sama semua pihak dari tokoh masyarakat dan termasuk pemerintah desa termasuk di dusun. 


Sementara dalam uraian singkatannya TGH. Ahmad Subki Hulaimi tekanan kepada jamaah bahwa menjaga wilayah dan generasi muda terhindar dari Narkoba. Karena Narkoba ini sangat berbahaya dan bisa merusak generasi bangsa.


Selain itu, TGH. Ahmad Subki mengajak pengurus baru Formabes ambil bagian dalam menjaga wilayah Masbagik untuk ikut mengawal untuk bisa menekan peredaran Narkoba 


"Peredaran narkoba yang ada di Masbagik sangat tinggi dan Masbagik masuk wilayah zona merah," katanya, seraya mengajak masyarakat untuk menjaga wilayah masing-masing dari peredaran narkoba.


"Kita semua sepakat mulai dari pemerintah, kepolisian serta tokoh agama, masyarakat dan tokoh, untuk bersama lawan peredaran Narkoba," ungkapnya.


Oleh karena itu, tambahnya, ia ingatkan kepada para pemuda untuk memperbaiki Shalatnya. Karena dengan Shalat yang yang benar dan baik, maka hidup manusia akan di jaga oleh Allah termasuk untuk bisa menghindari yang namanya Narkoba.


"Mari di bulan Ramadhan ini kita perbaiki shalat dan kita jaga untuk terhindar dari narkoba," (*)