![]() |
(foto/istimewa) |
Dimensintb.com, Lombok Timur - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Assegaf Nahdatul Wathan (NW) Bengkaung Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur (Lotim) belajar seni budaya dengan dimanfaatkan sebagai kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Dalam kegiatan tersebut para siswa-siswi diarahkan untuk membuat poster dengan mendaur ulang sampah plastik, yang berlangsung pada Rabu, (19/02).
Dalam pantauan media, kegiatan P5 Siswa -siswi SMP Islam Assegaf, khususnya kelas VIII dengan membuat kerja kelompok untuk membuat poster yang diharapkan sisa belajar dengan dikombinasikan mandaur sampah plastik.
Dimana kegiatan P5 ini adalah kegiatan P5 yang ketiga bagi siswa-siswi SMP Islam assegaf. Karena sebelumnya para siswa-siswi juga melaksanakan kegiatan di pelajaran seni budaya yaitu observasi benda-benda alam yang bisa di manfaatkan sebagai media seni rupa dengan tema "kembali ke alam".
Namun kegiatan P5 kali ini dengan bertema "Pentingnya Pendidikan". Tentu d engan tema tersebut siswa-siswi SMP Islam Assegaf diharapkan untuk membuat poster pendidikan atau mendaur ulang barang bekas menjadi barang yang dapat digunakan kembali.
Dengan kegiatan ini salah satu siswi atas nama Aisya kelas VIII menyambut baik kegiatan belajar membuat poster serta mendaur ulang ini.
"Awalnya biasa saja, tapi lama-lama saya senang dan menjadi lebih semangat dalam sekolah, karena tema kali ini tidak terlalu susah serta membangun semangat kita oleh poster-poster pendidikan yang memotivasi saya dan juga bisa dikerjakan secara kelompok dengan mudah bersama teman- teman kita dirumah," ujarnya
Dirinya juga memberikan penjelasan mengenai tema P5 dan pelajaran seni budaya ini dan sedikit gambaran mengenai tugas yang di jalankan kelompok nya
Diungkapkan, untuk tema kali ini tentang pendidikan, dimana mereka diarahkan dan menulis sebuah poster pendidikan dan mendaur ulang barang bekas anorganik seperti plastik, kertas dan mencoba merangkainya. Selanjutnya semua bahan dirangkai sebagai sebuah karya tulis poster.
"Untuk karya yang ingin kami buat ini cukup menarik karena kami menggabungkan ide-ide kami menjadi satu yaitu sebuah pesan yang ada gambar menarik namun di warnai dari sampah plastik," ucapnya.
Ia berharap, tambah Aisya, dengan tugas yang diberikannya bersama kelompoknya oleh gurunya bisa diselesaikan dengan baik.
Semoga tugas ini bisa dikerjakan dengan lancar, tidak ada revisi dan mendapatkan nilai yang terbaik, serta bisa lebih mengenal banyak observasi-observasi bahan bekas menjadi sebuah karya seni," tandasnya.(*)
Comments
Post a Comment