(foto/istimewa)

Dimensintb.com, Lombok Timur - Pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Desa Sikur datangi Kantor Kejaksaan Lombok Timur (Lotim), untuk menyerahkan laporan atas dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa.


Sebelumnya, Ratusan massa aksi pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Sikur Barat geruduk Kantor Desa Sikur Barat Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Masa aksi demo datang ke kantor desa untuk meminta dan menanyakan langsung penggunaan anggaran dana desa (DD) selama ini yang dikelola.


Pasalnya, selama ini massa aksi menuding pemerintah desa (Pemdes) tidak pernah ada transparansi kepada masyarakat dalam penggunaan anggaran. 


Dalam pantauan media ini puluhan masa aksi pendemo mendatangi kantor desa Sikur Barat dengan membawa sound system dan sejumlah pamflet dengan sejumlah tulisan tuntutan. Selama aksi mendapatkan pengamanan dari pihak kepolisian dan Pol PP Lotim.


Dimana dalam tuntutannya, masa aksi pertanyakan bantuan pangan, transparansi anggaran desa, pembangunan kolam, pengelolaan Bumdes, dan Ambulan desa.


"Kami akan lawan dan kami menuntut untuk diusut tuntas ntas terkait dengan bantuan pangan, transparansi anggaran desa, usut tuntas pembangunan kolam, perjelas bumdes, dan masalah ambulan desa," tegas Haerul Azmy dalam orasinya pada saat  aksi demo berlangsung.


Dalam laporannya itu, pihaknya tuding pemerintah desa dalam hal ini kelapa desa (Kades) tidak ada transparansi pengunaan anggaran desa (DD). transparansi anggaran desa anta lain program ketahanan pangan, pembangunan kolam, pengelolaan Bumdes, ambulan desa dan beberapa program lainya.


"Pembangunan kolam sudah lama, tapi kami tidak tahu pengelolaannya seperti apa. Sebetulnya masalah kolam ini pada tahun 2021, kami sudah laporkan juga Kejaksaan tapi ini bagian dari tindak lanjutnya," ungkap Haerul Azmy dihadapan media saat di konfirmasi, Rabu (22/1).


Pihaknya juga menuding bantuan sosial (Beras-red) dari pusat yang disalurkan melalui Bulog disalah gunakan. Karena batuan itu sempat ditahan oleh Kades yang digunakan dalam acara syukuran yang di rangkaian dengan kegiatan keagamaan.


Akan tetapi, setalah di publish oleh media lanjutnya, pihak pemdes dengan tergesa-gesa menyalurkan bantuan tersebut. 


Dimana berdasarkan informasi sebelumnya bahwa dugaan penahan bantuan sosol dan dialihkan untuk acara tasyakuran itu sempat mendapatkan penolakan dari BPD. Akan tetapi Kades dengan keputusan sepihak, tetap menahan bantuan sosial itu.


"Jadi bantuan beras yang disalurkan melalui Bulog ditahan oleh Kades dan itu dijadikan untuk kegiatan tasyakuran. Tapi kami publish di media dan malamnya langung di salurkan dengan tergesa-gesa," terangnya.


Ia menambahkan, atas persoalan tersebut, pihaknya pihak Aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan Lombok Timur untuk mengusut tuntas dan masyarakat siap memberikan kesaksian.


"Belum beberapa program lainya, untuk itu kami akan meminta APH untuk mengusut tuntas adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan ketidak transparansi dari kades," tandasnya.


Kades Sikur Barat Zul Pakarudin saat di komfirmasi membatah semua apa yang menjadi tuduhan. Kendati demikian pihaknya menghargai langkah masyarakat yang melakukan aksi pada hari ini.


"Kami sejak dilantik kami sudah menyusun RPJMD dan apa menjadi usulan masyarakat sudah terakomodir. Semua program sudah kita laksanakan," tandasnya singkat.(*)